+62-082-397-024-283

email: info@smpsalfhattani.com

Islamic Boarding School of Alfhattani Foundation

Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Berikut Ini Cara Melatih dan Mempercepat Kemandirian Anak

Melatih kemandirian anak memang bukan hal yang instan dan membutuhkan kesabaran. Perlu adanya proses yang bertahap dan konsisten karena anak-anak butuh waktu untuk mempersiapkan dirinya agar bisa mandiri. Namun, untuk mencapai kemandirian, anak membutuhkan “dorongan” dan juga dukungan dari orang tua. Lalu, apa saja cara yang bisa orang tua lakukan untuk melatih dan mempercepat kemandirian anak? Berikut tipsnya.


1. Hargai usaha anak
Usahakan untuk selalu menghargai kemajuan anak, sekecil apa pun itu. Apresiasi dari orang tua akan memberikan motivasi bagi mereka, lho. Seperti yang dikutip dari Parenting Indonesia, Dr. Frances Walfish, seorang psikoterapis anak dan orang tua serta penulis The Self-Aware Parent mengatakan, “biarkan si kecil tahu bahwa Anda menghargai kerja kerasnya. Bahkan jika hasil akhirnya tidak luar biasa. Serta dorong terus anak untuk terus berusaha.”

2. Perlu rasa tega
Sebagai orang tua, wajar jika merasa kasihan atau tidak tega saat anak kesulitan untuk melakukan pekerjaannya sendiri. Namun, agar anak bisa lebih cepat mandiri, perlu rasa tega dari orang tua dalam melihat anaknya melakukan pekerjaannya. Rasa tega ini bukan berarti tidak sayang, lho, Smart Parents. Justru rasa sayang ini diungkapkan dengan cara mendidik anak melakukan pekerjaannya sendiri untuk membangun pribadi yang mandiri.

3. Hindari untuk selalu membantu anak
Sebisa mungkin jangan langsung memberi bantuan pada anak. Jika anak meminta tolong untuk mengambilkan sesuatu, jangan langsung mengambilkannya, cobalah untuk memberi tahu terlebih dahulu petunjuk di mana letak barang tersebut. Bersabarlah untuk menunggu anak melakukan pekerjaan.

Berikan ia kesempatan untuk mencoba hingga ia terbiasa dan bisa menyelesaikannya dengan lebih sempurna. Semakin sering orang tua mempermudah pekerjaan anak, maka akan semakin lama proses belajar mandirinya.

4. Ajak anak untuk membantu pekerjaan rumah
Libatkan anak untuk ikut membantu pekerjaan rumah. Misalnya, anak bisa membantu menyapu, menjemur pakaian, mengelap meja, dan sebagainya. Kemudian, biarkan mereka merasa bertanggung jawab atas tugas-tugas tersebut. Berikan mereka kepercayaan dan jangan tolak bantuan mereka hanya karena anak belum bisa melakukannya dengan sempurna.

5. Sabar dan jangan terlalu memaksa
Kemandirian anak tidak didapat secara instan. Kemandirian didapat dari proses yang membutuhkan latihan dalam waktu yang tidak sebentar. Untuk itu, orang tua harus sabar dan menjaga diri agar tidak terlalu memaksa.

Seperti yang dikutip dari Parenting Indonesia, Katherine Hadley Cornell, Psy.D., psikolog dari Loyola University, Maryland, Amerika Serikat, mengatakan bahwa keberanian atau kemandirian anak-anak untuk mencoba sesuatu yang baru tidaklah sama. Ada yang melakukan hal baru dengan sangat semangat, dan ada yang masih perlu meyakinkan dirinya hingga benar-benar merasa pasti bahwa ia bisa melakukannya.

6. Tanamkan dengan terus-menerus
Berikan pandangan pada anak mengenai aktivitas-aktivitas yang bisa ia lakukan sendiri. Perkenalkan, beri contoh dan biarkan anak melakukannya berkali-kali. Buat suasana yang menyenangkan saat anak melakukan semua itu dan jangan membuatnya tertekan. Orang tua juga harus mencontohkannya sendiri. Misalnya, merapikan tempat tidur di pagi hari, membawa piring kotor ke dapur dan mencucinya, atau yang lainnya. Jika orang tua terus menerus mengandalkan bantuan ART, anak-anak pun juga akan sulit mengembangkan inisiatif untuk melakukannya sendiri.

7. Buat kesepakatan dengan semua anggota keluarga
Saat memutuskan untuk mulai melatih kemandirian anak, maka buatlah kesepakatan dengan pasangan, orang tua, seluruh keluarga yang tinggal di rumah, serta pengasuh anak agar mereka juga melakukan hal yang sama. Kesepakatan ini harus dipatuhi oleh semua orang agar tercipta konsistensi. Jangan sampai anak kebingungan karena ada perbedaan praktik antar orang.

Apakah Anda sudah pernah menerapkan salah satu tips di atas Smart Parents? Selain tips tadi, Anda juga bisa melatih anak untuk belajar mandiri menggunakan gadget di ruangbelajar. Yuk, buat penggunaan gadget anak menjadi lebih positif dengan menonton video beranimasi di ruangbelajar.

Inilah Tips dan Langkah Awal Buat Anda yang Lagi Belajar Menulis

Banyak pertanyaan terkait kepenulisan di setiap kesempatan. Yang paling jamak ialah pertanyaan bagaimana memulai menulis. 

Baik, saya akan bicara masalah teknis ini secara sederhana. Tujuannya tentu agar mudah dipraktikkan. Cara ini sudah saya praktikkan bertahun-tahun dan manjur. Kalau belum berhasil, ulangi terus dan jangan putus asa. Baik, kita mulai.

Menulis

Pertama, punya cerita. Artinya, seorang penulis harus punya sesuatu untuk dikisahkan lewat tulisan. Inilah yang disebut tema. Tanpa tema, hasil tulisan kita akan ngalor-ngidul sehingga menjadi tidak fokus.

Lantas, apa yang bisa diceritakan? Ya sesuatu yang memiliki nilai informasi serta inspirasi. Langkah paling mudah ialah menceritakan pengalaman sendiri atau orang lain yang punya bobot informasi serta inspirasi.

Kedua, menemukan kata kunci pertama. Maksudnya, ketika sudah punya tema atau ide cerita, kita perlu memunculkan kata kunci apa yang terkait dengan tema tersebut. Misalnya, ketika ingin bertutur tentang sungai, saya menemukan kata kunci “kasur”. Mengapa kasur? Alasannya ya karena saya pernah melihat sampah berupa kasur yang dibuang warga ke sungai.

Ketiga, perlakukan laptop layaknya pendamping hidup. Jangan biarkan ia terlalu lama tak tersentuh. Artinya, ketik saja apa pun yang terlintas di pikiran setelah berhasil menemukan kata kunci tadi. Berceritalah apa adanya. Mainkan kibor laptop dengan luwes dan penuh arti. Bergoyanglah.

Keempat, dalam latihan pertama, jangan sentuh tombol DELETE dan BACKSPACE. Biarkan tulisan itu dalam wajah aslinya. Apa adanya. Jangan diberi make up (sentuhan editing) dulu. Teknik ini dinamakan latihan menulis buruk. Artinya, kita bebas menulis.

Kelima, abaikan masalah tata bahasa jika berlatih menulis. Tujuannya, jangan sampai kita takut menulis hanya karena khawatir keliru menaruh tanda baca, ejaan, dan gramatika.

Keenam, lahirkan paragraf pertama, kemudian lanjutkan hingga penuh satu halaman A4 dengan cerita sederhana tadi.

Ketujuh, temukan judul dari rangkaian cerita yang sudah tersusun tadi. Ya benar, kita tidak selalu harus punya judul dahulu. Sebab, dalam latihan menulis, yang paling penting adalah tema.

Kedelapan, nonaktifkan ponsel. Ini agar kita tidak terpengaruh oleh bunyi tang-tung dari WhatsApp atau akun medsos lainnya. Fokus, fokus, fokus!

Kesembilan, mainkan emosi jika kita tak kunjung menemukan ide cerita. Maksudnya, ketika punya pengalaman sedih atau gembira, tuangkan saja dalam bentuk tulisan yang dihidupkan dengan gaya bertutur. Libatkan perasaan.

Kesepuluh, jika masih tak menemukan ide cerita untuk ditulis, Anda perlu stimulasi. Maksudnya, saya akan melemparkan gagasan cerita, lalu Anda mulai menuliskannya dengan gaya bebas. Ciptakan gaya bercerita sendiri. Be your self.

Sepuluh Tip Mengembangkan Citra Diri Kepala PAUD Menuju Sukses Berjamaah Bersama Guru dan Anak Didiknya

Pendidikan anak usia dini saat ini sedang gencar menjadi pusat perhatian pemerintah. Sebagai jenjang pendidikan awal peletak dasar karakter anak usia dini diperlukan pengelolaan yang maksimal dalam pelaksanaan pembelajaran. Berbagai usaha  untuk memajukan pendidikan di jenjang anak usia dini ini pun dilakukan.



Salah satu kunci keberhasilan pendidikan anak usia dini adalah tak lepas dari besarnya peran kepala PAUD itu sendiri. Sebuah lembaga pendidikan anak usia dini seyogyanya memiliki kepala sekolah yang lebih dulu memiliki pengalaman mengajar di PAUD. Mengapa?

Kepala sekolah. Jabatan yang menjadikan seorang guru memiliki tugas tambahan yang tak ringan. Memimpin sebuah lembaga PAUD diperlukan teladan penuh dari sang pemimpin. Pemahaman akan tugas dan tanggung jawab guru di dalam kelas dan seni mendidik anak usia dini harusnya didapatkan dari kepala sekolah. Demikian juga program yang disusun, harus sesuai dengan perkembangan anak usia dini yang memiliki beberapa aspek perkembangan.

Adapun beberapa tip yang bisa digunakan dalam mengembangkan citra diri dan kemampuan menjadi seorang kepala PAUD adalah sebagai berikut:

1.  Siapa Saya?
Pertanyaaan yang ditujukan pada diri sendiri saat menerima amanah sebagai kepala PAUD ini sangat bermanfaat. Karena dengan menyematkan pertanyaan ini pada diri sendiri maka kepala PAUD otomatis akan menyadari bahwa ia memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada guru. Dia pun harus menjadi teladan bagi guru yang dibimbingnya. Menyadari tugasnya semakin berat, tanggung jawabnya semakin besar, maka kepala PAUD harus terus belajar.

2.  Mengapa Harus Saya?
Kalimat tanya di atas merupakan tantangan bagi diri. Mengapa kita terpilih. Atau mengapa Tuhan memilihkan amanah itu pada kita. Maka, bertanggungjawablah dalam menjalankannya. Seumpama amanah ini dijalankan dengan baik maka pahala akan melimpah ruah. Namun menyia-nyiakan amanah, azab pun akan diterima. Itu saja sudah merupakan cambuk bagi seorang kepala sekolah untuk menjalankan tugas sebaik mungkin. Ya, karena orang pilihan tentu juga bukan sembarangan maka lebih banyak memberikan waktu dan tenaga serta pemikiran untuk membina guru dan merencanakan program sebaik mungkin.

3.  Impian Saya
Kepala sekolah harus berani bermimpi. Jika ingin semua impiannya terwujud maka bergeraklah dimulai dari diri sendiri. Bermimpilah besar dan bergerak cepat sebelum impian itu perlahan hilang karena lamunan panjang. Impian seorang kepala sekolah harus diwujudkan bersama. Ia harus mampu memberikan gambaran tentang apa yang ada di kepalanya, kemudian dicurahkan kepada guru dan tenaga kependidikan tempat ia bekerja. Harmoni yang dibangun dengan indah akan terlihat saat semua program terlaksana dengan  mencapai target  kesuksesan yang diinginkan.

4.  Kinerja Saya
Pernahkah Anda mengajari bebek berenang? Atau mengajari petani mencangkul? Bagaimana rasanya? Tentu terasa tak lazim. Sama halnya jika Anda sebagai kepala sekolah tidak memilki kinerja yang baik, Anda tidak akan menjadi bebek yang pandai berenang atau petani yang mahir mencangkul. Justru guru Anda yang akan menilai, sampai sejauh mana kinerja dan prestasi kepala sekolahnya. Gawat bukan?

Guru juga akan terpacu semangatnya jika memiliki kepala sekolah yang berprestasi dan derdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. Jadi bukan kepala sekolah yang omdo (omong doang) atau asbun (asal bunyi) dalam memberikan teladan. Teladan bukanlah kata-kata. Teladan adalah kerja dan contoh nyata. Maka akan sia-sia jika seorang kepala sekolah hanya punya deretan teori, namun tak pernah mempraktikkannya, apalagi melakukan yang ia ucapkan.

5.  Kemampuan Saya
Kalimat di atas adalah sebuah pernyataan yang menguatkan. Jika menjadi kepala sekolah, membimbing guru adalah salah satu tugasnya. Saat membimbing, tentu kepala sekolah meminta guru memberikan kemampuan terbaiknya dalam bekerja.  Berarti kepala sekolah lebih dulu memberikan contoh kemampuan apa yang bisa diasah dari diri seorang guru. Intinya, menjadi kepala sekolah harus sudah mengetahui atau merasakan bagaimana mengajar, membimbing anak didik di dalam kelas, hingga ia mampu memberikan jalan keluar atau jawaban dari semua kasus yang akan ditemukan guru ketika praktik membimbing anak belajar.

6.  Belajar dari ‘Mereka’
Belajarlah dari guru. Jadikan mereka inspirasi bagimu. Mungkin ini salah satu kunci tawadu seorang kepala sekolah. Karena dengan belajar dari semua karakter guru yang ada di sekolah maka kepala sekolah dapat memberikan arahan yang tepat dan apa yang sesuai dengan kemampuan sang guru. The right man on the right place.

7.  Dia Lebih Bisa
Jangan pernah berpikir bahwa kepala sekolah memiliki kemampuan sempurna. Akuilah jika salah satu dari guru memilki kemampuan yang lebih. Tetap berada dalam porsi kepala sekolah yang membimbing dengan bijak dan menghargai semua kemampuaan yang dimiliki guru.

8.  Bukan ‘Aku’ tapi ‘Kita’
Ya, istilah ini merupakan penguatan sebuah tim solid yang akan terbentuk di bawah pimpinan kepala sekolah yang bijaksana. Tetaplah menjejak bumi. Setinggi apa pun prestasimu, jangan pernah mengangkat dagu. Lembaga PAUD yang dipimpin dan dijalankan oleh pendidik yang tawadu insyaallah akan tetap belajar dari setiap karakter yang ada di antara mereka.

9.  Bantu Saya
Mulailah dengan kalimat di atas. ‘Bantu saya’ menggambarkan bahwa kepala sekolah begitu menghargai guru dan tenaga kependidikannya. Ia bukanlah penentu sukses tidaknya program di sekolah. Namun ia yang mendampingi jalannya proses menuju sukses.

10.  Tanpa Syarat
Mencintai pekerjaan tanpa syarat. Ini penting bagi kepala sekolah. Kepala sekolah tak harus selalu diistimewakan. Ia harus menjadi fasilitator bagi guru dan anak didiknya. Berlatihlah untuk ikhlas dan mencintai tanpa syarat. Berharaplah hanya pada sang pemberi rahmat. Apa pun yang akan kau semai, itu juga yang akan kau tuai. Bismillah.

Demikianlah sepuluh tip mengembangkan citra diri kepala PAUD menuju sukses berjamaah bersama guru dan anak didiknya. Semoga semakin solid dan mampu mengemban amanah luar biasa.

Jln. Exon Mobil, Kel Matang Ben, Kec. Tanah Luas, Kab. Aceh Utara, Prop. Aceh. Kode Pos : 24385 - SMPS ALFHATTANI
Join Our Newsletter